tak peduli seberapa marahnya seorang perempuan
di akhir hari, ketika ia bertelut dalam doa
ia mengingat lelakinya…
Kegagalan kita untuk memaafkan, kesediaan kita untuk mengakui dendam, adalah penerimaan tentang batas. Setelah itu adalah doa. Pada akhirnya kita akan tahu bahwa kita bukan hakim yang terakhir. Di ujung sana, Tuhan lebih tahu.
(Catatan Pinggir - Goenawan Mohamad)
“di dalam sebuah kehilangan
kenangan hanya bebayang
yang coba kita peluk seerat lutut-lutut rapuh”
Tuhan, cinta itu apa.
Aku tak bisa tidur memikirkan dia. Aku mengubah banyak hal untuk dia. Aku melakukan banyak hal untuk menyenangkannya. Aku tersenyum karena dia. Aku tertawa karena dia. Aku mengucap syukur akan kebaikan-Mu memberikanku dia. Aku ingin menjadi ibu dari anak-anaknya.
Tuhan, kenapa rasanya sakit.
Ia tak pernah memikirkanku. Ia tak mengubah apa-apa untukku. Ia tak melakukan banyak hal untuk berusaha menyenangkanku. Ia tak pernah tersenyum karena aku. Ia tak pernah tertawa karena aku. Ia tak pernah mengucap syukur karena menemukanku. Dan kurasa, ia pun tak ingin menjadi ayah dari anak-anakku.
Tuhan, kumohon jatuhkan air mataku.
Aku tak ingin sakit ini menghancurkan dada.
Button Theme